Guru, engkaulah bapaku,
Disaat aku hadir meminta satu
cahaya,
Cahaya yang dapat menyacak
panjiku di puncak langit.
Disaat aku tenat, memohon syafaat
bagaikan pengemis jalanan,
Kau sanggup, sanggup meraut
tangan, yang penuh watak palsu ini,
Walaupun engkau tahu yang aku
akan kecundang,
Engkau tidak pernah
berpeluk-tubuh, mengeluh....
Nawaitu engkau yang suci,
Nawaitu engkau yang mulia,
Memberi aku, satu peluang bangkit
dari tidur yang lena,
Engkau membuka satu persatu lorong
kegelapan
Dan memimpin tangan kami yang
rapuh ini.
Keluar dan bebas bagaikan merpati
keluar dari kegelapan.
.jpg)
No comments:
Post a Comment